Ketidakmungkinan

Selain banyaknya kemungkinan-kemungkinan,

dunia ini menawarkan berbagai macam ketidakmungkinan-ketidakmungkinan,

sebagai orang yang terbiasa berpikir positif,
aku kesulitan memberikan contoh ketidakmungkinan.
bagiku, hampir semua hal adalah mungkin,

mungkinkah langit tidak berwarna biru? mungkin, ketika laut dan udara tercemar dengan sangat parah. (secara ilmiah, aku nggak paham)
mungkinkah sehari diganti jadi 12 jam aja? ya mungkin aja, asal semuanya sepakat.
mungkinkah aku jadi presiden? di atas kertas susah, tapi bukan berarti mustahil, meskipun aku juga nggak mau.

tapi salah satu hal yang tidak mungkin adalah ketidakmungkinan kita untuk tidak menyakiti orang lain,
dan kemustahilan kita untuk tidak menyakiti orang yang menyayangi kita.

semakin besar rasa sayang seseorang kepada kita, semakin besar kemungkinan kita untuk menyakiti dia,
bahkan dengan perbuatan yang sama, orang yang menyayangi kita akan merasa lebih sakit ketimbang orang yang biasa aja dengan kita.

ketika orang memberikan rasa sayangnya kepada kita, orang tersebut seperti memainkan sepak bola tanpa pemain bertahan, semuanya maju untuk menyerang.
Memberikan cintanya, rasa sayangnya, perhatiannya ke gawang kita.
Tim yang tidak memiliki pemain bertahan tentu akan mudah kebobolan. Kita akan mudah mencetak gol.

bayangkan “gol ”= “emosi”
“gawang” = “hati”

Kita akan mudah memberikan kebahagiaan hanya dengan pesan singkat di pagi hari.
dan juga kesedihan dengan (hanya) tidak mengirimkan pesan seharian.

Aku nggak nelfon kamu selama setahun penuh mungkin kamu akan biasa aja,
tapi kalau aku nggak nelfon pasanganku setahun, (jahat juga sih), dia pasti akan sedih.

….

Orang seperti aku, yang menjunjung tinggi “kenangan”,
aku sadar akan ketidakmungkinan itu.

kadang aku ingin berhenti ketika semuanya masih baik. Aku ingin menjaga kenangan itu. Karena mungkin apabila dilanjutkan, mungkin aku akan mengacaukan semuanya,
aku akan menyakiti dan mungkin hubungan akan berakhir tidak baik. Mungkin.

akhirnya kenangan tentangku adalah kenangan buruk. Mungkin.

pola pikirku ini pula yang membuatku antara ingin dan tidak ingin melanjutkan tinggal di Nagoya, di lingkungan yang sama.
Karena aku sudah melakukan dengan sangat baik, everyone loves me, everyone care to me, everyone praised me,
but if i return, i might ruin it all.

juga tentang romansa.
I just feel terribly bad if i make the one who love me, sad.
I tried my best not to hurt anyone.

Tapi ada aja hal yang bikin sedih karena aku,

for example, (just example)
despite all the happiness that you’ve given, you might made one simple mistake,
and “boom!!” your rival, (you know, the one guy that waiting for you to break up with her a.k.a in stand by position to take over your position) might think you are a bad boy.
then say to your gf “your boyfriend is an asshole” “your boyfriend is a dick”

….

“choose me instead, stupid!”

….

no! you are not. Right?
You tried your best.

Karena ya, apa yang kita lawan adalah sebuah ketidakmungkinan.
Nggak mungkin kita nggak berbuat kesalahan, nggak mungkin.
Aku selalu bilang kepada diriku sendiri:
Just surrender,
dalam kehitam putihan ini.
Karena tanpa hitam dan putih, kita tidak utuh.

You shouldn’t too obsessed with perfection,
what i mean by perfection is “all white”,
no, it’s your black and white that made you a “whole”

and balance.

….

Tulisan ini ending nya menggantung ya?
iya, karena kalau dilanjutkan, aku akan mengacaukannya.

Mungkin.


your coward friend,

vp

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s