2N1D Mie Prefecture

Jadi weekend kemarin aku diundang ke rumahnya Maeda san, Maeda san ini adalah orang nomor 2 di kantor yang paling sering membantu aku secara nyata dan bahkan sampai jadi guru karena setiap sore, 1 jam terakhir aku selalu diajari membaca kanji, setiap hari (kecuali weekend.) 

Melelahkan. 

Awalnya aku diajak ke Nagashima Spa Land untuk naik roller coaster yang paling gede se-Jepang. Bahkan roller coaster kayunya terbesar di dunia. 

DI DUNIA.

Ternyata rencana berubah, ke Nagashima Spa Land ditunda minggu depan (besok) dan untuk sekarang adalah ke Mie Prefecture. Mie Prefecture ini terletak di bagian barat Aichi Prefecture, Prefecture dimana Nagoya (kotaku) berada.

Karena rencananya berangkat minggu pagi banget, aku disuruh datang sabtu sore jam 5, kita ketemuan di Nagoya Station. 

Sejujurnya aku yang anak rumahan dan pemalu ini mager banget dengan acara nginep nginepan. Aku aja disuruh nginep di rumah saudara masih malu, apalagi ini sama orang yang bener-bener nggak ada setengah tahun aku kenal.

Aku “awang awangen” kalo kata orang Malang.

Tapi di Jepang aku datang dengan mental “do or die” atau “all out” karena sejak hari pertama pun aku langsung diundang nginep di rumahnya mahasiswi Jepang yang sebelumnya kita cuma ngobrol pake skype, harus “menghadapi” orang tuanya, ngobrol di meja makan (ini susah kan?) apalagi awal awal bahasa Jepangku biasa banget. Berusaha untuk mencari topik dan mewakili negaraku dengan baik. 

(((DEMI BANGSA DAN NEGARA!)))

Dan aku cukup berhasil karena kabarku berkali kali ditanyain (orang tuanya) sekaligus diundang ke rumahnya lagi.
I told you, aku menantu idaman.

Ini udah salah satu definisi “keluar dari zona nyaman” loh. Emangnya yang kamu maksud “keluar dari zona nyaman” itu pergi ke perbatasan Korea Utara dan Selatan untuk menjadi fotografer aja? ckckck. 

Such a small minded. 

Dalam hati aku berkali kali mengatakan “Vian kamu bisa, Vian kamu bisa” “ayo yan.. bisa lah..”
Aku harus memaksa diri sendiri. Udah kayak disuruh jadi komandan upacara di sekolah aja. 

(aku nggak pernah jadi komandan upacara di sekolah) 

Ya memang dalam hidup, hal menarik itu akan kita dapatkan di luar kamar tapi di kamar sebelah. Kita harus memaksa diri kita keluar kamar.
Baik secara harfiah atau perumpamaan. 

Baiklah, sampai mana tadi..

Di hari sabtu itu bertepatan dengan mini concertnya idol grup Nagoya favoritku “Sakura Cinderella”, jam 11.30 – 15.00 emang panjang soalnya ada 3 sesi.
Sebagai idol otaku, tentu aku menyempatkan diri menonton dulu. 

(CD Sakura Cinderella)

Nah setelah konser selesai, aku pulang ke apartment buat tidur dan bangun jam 16.30an. Packing, then i went to station.

Ternyata Maeda san udah nungguin dan setelah itu kita langsung berangkat menuju “Hatta” letaknya 4 stasiun dari Nagoya kalau naik Subway, kalau naik JR cuma 1 stasiun. Hatta ini dekat dari Nagoya dan sepi banget. Emang ada rumah di kanan kiri, tapi sore itu suasana hening banget. Nggak ada orang sama sekali, kadang ada mobil lewat sesekali, sebuah keheningan yang aneh. 

Padahal aku suka hening. 

Jalan kaki dari stasiun ke rumah Maeda san menghabiskan waktu 10 menit, waktu yang panjang untuk sebuah keheningan. 

Di rumah aku disambut istrinya dan kedua anjingnya yang kecil, sesungguhnya lucu, tapi aku takut banget. Jadi aku bilang kalo phobia anjing, padahal selain phobia, ada alasan lain yang kita sama sama tau kan? 

Yap! Karena aku lebih suka kucing.

Nggak butuh waktu lama, kita pergi untuk makan Unagi, Unagi adalah Belut, Belut sini gede gede, makanya mahal, kalay belut Indonesia itu cuma sejari, belut sini sekitar 3 jari. Nah karena mahal inilah aku belum pernah makan. Selain itu hari itu adalah “Unagi no Hi” atau “Hari Belut” di Hari belut Orang Jepang akan makan belut untuk mendapat keberkahan. Jackpot! because there’s no better time to eat Unagi for the first time but in Unagi Day.

Setelah makan Unagi, aku diajak ke Nagoya Aquarium, sayang kita telat jadi nggak bisa masuk. Jadi rencana berubah, kita pergi untuk main bowling, sebelumnya aku nggak pernah main bowling, ternyata menyenangkan! kita bertanding 3 set, dan selayaknya atlit Jepang versus Indonesia, aku kalah. Yaa.. meskipun dari segi umur aku masih muda, tapi aku kan newbie. 

(bukan delegasi negara yang baik)

Selesai main bowling, kita pulang, ngobrol sebentar dan tidur karena besok harus berangkat pagi.

Pagi itu jam 6 kita berangkat ke Mie Prefecture, jaraknya 96km dari Nagoya dan lewat jalan tol akan menghabiskan sekitar 2 jam perjalanan.
Dari jalan tol itu terlihat Roller Coaster nya Nagashima Spa Land, padahal jarak antara Nagoya dan Nagashima itu 40 menit perjalanan, gila nggak sih? besok aku harus kesana pula. 

Sepanjang jalan tol kebanyakan sawah sawah, pohon pohon, bahkan pohon teh, (pohon teh di tanah datar, aku pikir itu padi) Sebenarnya Jepang lumayan hijau. Aku seperti ditampar pas ngelihat ternyata Jepang nggak semetropolis itu, ya emang mana mungkin semua tempat terlihat seperti “kota” meskipun di negara maju. Kecuali mungkin di Monaco kali ya. Kan kecil.

Kanan kiri terdapat perkampungan penduduk yang diapit bukit bukit, atau hutan hutan, emang sih rumah rumah dan wilayahnya tetep bagus, rapi, meskipun “pelosok” tapi aku sendiri nggak bisa membayangkan untuk tinggal disana. Disana kayaknya juga nggak ada Sevel atau Lawson juga yang bisa aku temui tiap 500 M di sini. Nagoya. Jadi orang-orang ini kalau pengen ngeMall kayaknya mesti ke Nagoya dulu deh, atau ke kota lain yang lebih deket. 

(desa di Jepang)


Sekali lagi aku disadarkan karena selama ini aku tinggal di tengah kota yang metropolis. Jadinya aku menganggap semua tempat di Jepang kayak begini.

Sampailah di lokasi pertama “Meoto Iwa” karena masih pagi, pengunjungnya masih sedikit, tapi pagi itu udah panas banget. Meoto Iwa ini adalah pantai, tapi harus diakui pantainya kalah cantik dari Indonesia, karena yang diunggulkan disini bukan pantainya, tapi monumen itu: 

(monumen batu)

aku lupa maknanya apa, kalau nggak “kapal” ya “suami dan istri”

Disini juga banyak banget patung kodok, dalam bahasa Jepang kodok adalah “Kaeru” yang artinya sama juga dengan “Pulang” cuma beda di tulisan kanjinya.
Jadi maknanya adalah “semoga pulang dengan selamat” di sini juga terdapat tempat untuk berdoa.

(salah satu patung kodok)

Selesai di Meoto Iwa, kita pergi ke “Ise Grand Shrine” bisa dibilang inilah tempat favoritku disini, nuansanya mirip mirip Shrine-shrine di Kyoto, betapa orang Jepang jaman dahulu membuat design tempat sedemikian rupa itu punya dua fungsi:

  "Hablum minallah dan hablum minannas
Serius. 

Ya emang nggak se Arab itu sih istilahnya, tapi yang jelas adalah Hubungan vertikal dan horizontal.

Semua ada maknanya and it does have some efect. Designnya menyatu dengan alam, mereka mencintai alam, karena kita dan alam adalah satu. Terintegrasi dengan baik. Tempat-tempat yang kayak begini (atau tempat tempat ibadah lainnya) memang memiliki energi positif yang cukup besar. Karena terus menerus dipakai untuk berdoa. Itulah kenapa monumen monumen tertentu atau tempat peribadatan seringkali "selamat” dari bencana. Karena ya itu tadi: Energi

Disini juga ada pohon pohon yang besar banget, yang kalau disentuh mereka percaya akan menambah energi positif. Masuk akal, karena semakin tua suatu benda, ia akan menyimpan lebih banyak energi. Aku pun juga menyentuhnya. Berharap alam memberikan energinya, atas kehendak Tuhan. Kemudian ada sungai yang jernih banget, saking jernihnya, ikan ikan kecil pun kelihatan. Tempat kayak begini adalah tempat favoritku, karena aku suka ketenangan dan suka sesuatu yang cantik.

Oh iya, Ise Grand Shrine ini juga dipakai buat converence G7 Summit Japan 2016 beberapa waktu yang lalu, 

Ini dia foto fotonya: 

(foto sungainya yang jernih banget)

(itu Maeda san)

(wudlhu)

(nyalur.. nyalur..)

(yang dibelakang itu foto kuil utamanya, setelah itu nggak boleh difoto)

(ini foto ketika Summit G7 bulan lalu)

Selanjutnya kita pergi ke Oharai Machi.

Ini adalah tempat yang menarik menurutku, tapi sayang aku datang di waktu yang tidak tepat karena tengah hari dan summer, jadi panasnya udah mengerikan. Tapi tempat ini Jepang banget. 

(Oharai Machi)

(noleh)

(ngeteh)

(toss)

(nembak)

Selesai di Oharai Machi yang panas banget, kita pergi ke Ninja Museum, disini selain museum juga diajari bagaimana sebuah rumah didesign untuk memudahkan ninja untuk bersembunyi, menyembunyikan sesuatu sampai menyerang musuh. Juga terdapat pertunjukan teatrikal ninja yang menghibur. Sangat menghibur! Skillnya boleh sih.. Dan ditambahi dengan sound effect yang anime-ish plus ada unsur humornya.

Well, nggak banyak foto untuk tempat ini karena memang mayoritas nggak boleh difoto.

Jadi aku akan ngasih foto ini aja; 

(shuriken)

(performance, ngambilnya diam diam)

Di lokasi yang sama juga terdapat Iga Ueno Castle, memang sih kalah megah dari Nagoya Castle, tapi tempat ini terawat dengan sangat baik. 

(aku juga nggak ngerti maksudnya apa)

Selesai dari sini, kita langsung pulang, di luar perkiraan, ternyata pas pulang ada kemacetan di jalan tol, kayaknya ada kali 20 menit kita berjalan lamban banget. Ternyata Jepang bisa macet. Memang ini adalah titik macet nomor 3 di Jepang. Well.. Indonesia still much worse. 

(titik macet nomor 3 di Jepang)

Pas perjalanan pulang, ternyata di Nagoya lagi hujan deres banget, gosh.. I love rain. I love to get home.

Sampai rumah, aku kembali bermalam di rumah Maeda san, dan besok paginya kita berangat bareng ke kantor. Meskipun aku mampir ke apartment dulu untuk mandi lagi, karena panas banget dan badanku udah keringetan. 

oh iya kok tumben fotoku banyak muncul, soalnya istrinya Maeda san itu suka banget foto-foto, seharian fotonya 250 an, aku jadi susah mau ambil foto sendiri buat diupload di instagram. 

Yaudah, segini dulu, doain biar besok aku selamat naik roller coaster ya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s