Pesawat Kertas

“Hidup bagaikan pesawat kertas, Terbang dan pergi membawa impian. 

Sekuat tenaga dengan hembusan angin.

Terus melaju terbang.

Jangan bandingkan jarak terbangnya.

Tapi bagaimana dan apa yang dilalui,

Karena itulah satu hal yg pentingSelalu sesuai kata hati,

Sanbyaku rokujugo nichi” (365 hari)

Itu adalah lirik lagu AKB48 – 365日の紙飛行機, nah lirik di atas adalah versi JKT48, yang judulnya adalah: Pesawat Kertas 365 hari. Udah cukup lama aku nggak ngikutin 48 group, (Aku fans 46 group) karena musiknya yang makin kesini makin “bukan aku”, terakhir lagu AKB48 yang aku suka itu Kibouteki Refrain, hmm lumayan lama, dan beberapa single sebelum dan sesudahnya pun aku nggak cukup paham, hingga ter-skip gitu aja, entah.. nggak “in tune” aja dengan seleraku.

Trust me, i tried to listen.

Tapi lagu ini bagus banget, terutama dari segi lirik, meskipun ini bukan single utama di album “唇にBe My Baby” Wajar kalau lagu ini malah lebih laris di iTunes ketimbang lagu “唇にBe My Baby” itu sendiri.
Pertama aku dengerin ini langsung merinding, oh man, it’s so relatable for me, it’s so relatable for the most of us.

Betapa aku hidup melayang-layang di udara, nggak jelas, bagaikan pesawat kertas. Ringan, gampang dihembus, gampang dibelokkan, gampang hancur. 

Singkatnya: ringkih.
Tapi sok-sokan membawa impian, mimpi yang lebih besar dari massa ku sendiri. Kadang membawanya dengan percaya diri apabila hari cerah, Kadang merasa kecil ketika hari gelap,

Aku ingin terbang ke utara, Namun angin bertiup ke timur, 

Berakhirlah aku di timur laut.

Atau bahkan tenggara.

Kemudian tanpa arah,

Lalu matahari datang membawa terang dan petunjuk, 

Bahwa bila dia ada di depanku, 

aku hanya harus belok kiri, Itulah utara. 

Begitu terus.

Benar bahwa kita tidak bisa membandingkan “pesawat kertas” satu dengan yang lain dengan parameter yang sama, Seperti lirik itu“jangan bandingkan jarak terbangnya, tapi bagaimana dan apa yang dilalui" mungkin suatu pesawat kertas hanya terbang beberapa meter, tapi apabila kita melihat lebih dekat, pesawat itu terbang menerobos hujan. 

Kita sama-sama tahu bahwa kertas dan air tidak berteman dengan baik. Maka kita harus mengapresiasi perjuangannya, kegagahannya. Atau bahkan kenekatannya.
Yang jelas, kita bisa mengapresiasinya dari berbagai hal, seperti bagaimana dia terbang, hal hal apa yang dilalui, badaikah? darahkah? langit tenang kah? kupu-kupu kah? Pelangikah? Gunung berapikah? 

Perjuangannya ini yang harusnya diapresiasi.

Sebagai pesawat kertas, kita ditakdirkan untuk bergantung pada angin. Kadang kita terombang-ambing,
Hidup ini, siapa yang mengendalikan siapa? Kita seperti punya kendali, tapi sebenarnya kita nggak punya begitu banyak kendali. 

Atau bahkan sebenarnya nggak punya kendali sama sekali?

Apapun itu, sebagai pesawat kertas yang baik, lakukan saja tugas kita sebagai pesawat kertas. Apa itu?

Terbang.
sebaik mungkin, secantik mungkin, sejauh mungkin, selama mungkin.
Selebihnya serahkan pada langit.
Dan angin, dan bumi, dan Semesta.

 

VP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s