Kepingan

“You don’t know what you got, until it’s gone" 


Cara terbaik mengapresiasi sesuatu adalah dengan menghilangkan hal tersebut dalam hidup kita.
Aku, si individualis, si misterius, si tertutup, dan si cuek ini belakangan mengakui bahwa; 

"Punya teman itu menyenangkan.”

 Tidak berhenti disitu, “menyenangkan” disini dilengkapi dengan peningkatan kualitas rasa syukur.

Punya orang-orang yang bisa diajak bicara, bisa diajak sharing, bisa diajak main atau paling nggak, ada orang yang bisa disapa itu benar-benar menyenangkan.
Sesuatu yang yang aku pikir nggak akan pernah aku ucapkan.

Dari dulu aku punya keinginan untuk “memulai segalanya dari awal di tempat yang baru, kehidupan yang baru”, tapi setelah dijalani, memulai segalanya dari awal itu nggak gampang. 

It takes time to adapt

Banyak hal yang harus disesuaikan, mulai dari budaya, makanan, gaya hidup dan lain lain yang lebih kompleks.
Tapi tetep,
Kita nggak bisa sendirian. Tepatnya, kita butuh teman.
Dan mencari teman di luar sekolah itu susah.

Aku baru sadar betapa punya orang untuk sekedar disapa dan diajak ngobrol basa basi meskipun cuma sebentar itu menyenangkan. Saat suatu hari aku pergi ke tempat makan favorit dimana temanku part time, lucunya aku baru tau kalau dia part time disitu setelah kunjungan kesekian.
Aku nyapa dia sambil masuk ke tempat makan,
dia nyamperin dan meluk dengan muka bahagia karena temannya dateng.
Rasanya.. hangat..
Plus aku dikasih tambahan makanan. 

Senangnya berlipat. 

Perasaan hangat ini adalah salah satu kepingan kunci yang seharusnya melengkapi setiap makhluk berperasaan. Terlebih dalam rutinitas yang repetitif dan menguras energi (baca: kerja) 

Semenjak hari itu aku beberapa kali sengaja lewat di tempat part time nya teman-teman yang lain, hanya untuk “menyapa”.
Rasanya keren melihat mereka kerja, melayani dengan senyum, pakai seragam sesuai profesi masing masing. Tapi menurutku yang paling keren adalah pakai “apron” di toko buku atau coffee shop yang seriously aku juga pengen nyoba. Mereka terlihat seolah berperan dalam masyarakat. Part time yang mereka ambil ada macam macam seperti stationary, restaurant, book store, bakery, sampai les bahasa Inggris untuk anak anak. Beberapa tempat itu adalah tempat langgananku seperti makanan korea dan bakery.

Ya, aku baru tau mereka kerja di situ setelah kunjungan ke sekian.

Rupanya Tuhan sengaja menempatkan mereka di tempat yang biasa aku kunjungi agar aku tidak terlalu kesepian. 

Jadi para jiwa yang sepi, carilah kepingan yang hilang di dadamu itu, kamu bukan zombie.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s