Things I Found It Cute and Sweet

Cewek Jepang,

that’s it.

Tulisan ini berakhir disini.

Okay people, i’m done, 

nothing else to offer.

Enggak lah, ada beberapa hal yang aku pikir itu cute, atau mungkin biasa aja bagi kalian.
Ya emang ini subjektif, “kenapa nggak objektif sih yan?” karena ini personal blog, bukan essay.

Cewek bisa dengan sangat tulusnya mengapresiasi kecantikan cewek lain. 

Kok agak aneh yah kalimatnya, tapi biarlah. Jadi waktu itu lagi jalan-jalan, wandering around alone not knowing where to go terus terdengar suara musik dan chant ala idol grup dari jarak yang nggak jauh, aku deketin ternyata emang lagi ada idol grup lokal Nagoya yang tampil di panggung pinggir jalan daerah Nagoya Station, (ini bukan kali pertama aku lihat idol grup tampil di pinggir jalan, karena beberapa kali di Sakae ada idol grup yang suka tampil kalau weekend) tapi kali ini mereka lebih girly, namanya Sakura Cinderella. Konsepnya manis, tipeku sih ini, bergabunglah aku dengan penonton dan benarlah aku langsung ngefans karena genre lagu dan ada salah satu member yang menurutku manis banget. Aku sampe handshake sama dia, ngulang 2x. Tapi bukan itu poinnya, ketika aku nonton, di sebelahku ada cewek yang juga nonton sendirian, dilihat dari tampilannya jelas dia bukan idol otaku, dia masyarakat biasa yang tertarik untuk nonton dan memiliki tampilan feminim, no lesbian vibe kayak penontonnya The Virgin. Aku perhatikan beberapa kali (karena pas di sebelahku banget) dia terlihat menikmati, sambil senyum, tepuk tangan dan tertawa ketika member ngomong hal yang menarik. Terlihat sangat… tulus. Kok bisa ya cewek segitunya mengapresiasi cewek lain. 

Aku tanyain dia “dimana sih?” (member lagi ngomongin theater) 

“idol stage? nggak tau, aku juga baru pertama ini nonton idol” dengan nadanya yang kalem tapi excited, 

“hmm, wah cantik banget yaa tapi" 

"iya cantik bangettt yaa” 

bla bla bla

kemudian dia ngajak aku ikutan handshake padahal aku udah handshake sebelumnya, tapi gapapalah, salaman sama cewek cantik. Sikap apresiatif itu manis. Orangnya juga manis. Idolnya juga manis. Manis.

Logat

Mungkin semua orang asing (atau kita kalau mengucapkan kalimat asing) akan memiliki dampak yang sama, tapi seriusan orang sini kalau mengucapkan bahasa inggris ribet banget, mereka ngucapin pakai English-Kana jadi bahasa Inggris yang diucapkan sesuai dengan huruf yang ada di katagana seperti: Idol = aidoru, McD = Makudonaru, Starbucks = Sutarbaksu dll. Kadang bikin ribet, tapi itu cute banget. Entah. Nggak hanya bahasa Inggris karena aku punya temen yang ambil jurusan bahasa Indonesia dan sumpah kalau ngomong bahasa Indonesia lucu banget. 

“Haro, ("L” sama “R” jadi rancu, karena dalam bahasa Jepang nggak ada “L”) nama saya xxx, saya suka makan" atau ada pas dia cerita kalo temennya namanya Saya, jadi pas kenalan jadi “Halo, nama saya Saya” hahaha lucu banget. XD Yaaa kayak Haruka kalau ngomong bahasa Indonesia deh. Level imutnya sama. Mungkin bergantung siapa yang ngomong, tapi karena ini subjektif maka boleh lah yaa.. dianggap manis.

Mobil mau berhenti biar aku bisa foto bangunan yang ada di seberang.

Di sini, pejalan kaki adalah pengguna jalan nomor satu. Di Indonesia pun begitu. Tapi secara praktikal, pengendara mobil disini bener bener menerapkan prinsip itu, mereka mau berhenti ketika pejalan kaki mau nyebrang ketika di jalan yang nggak ada lampu merahnya yang padahal secara posisi, mereka “menang”. Tapi mereka nungguin gitu pejalan kaki (meskipun cuma satu orang) sampai lewat. Jangankan pakai nglakson, bahkan beberapa waktu yang lalu di Tokoname (kota di bagian selatan Aichi ken) aku pengen foto cafe yang “picturesque” dan posisiku ada di seberang jalan ketika ada mobil yang mau lewat, tapi…. Mobil itu berhenti sampai aku selesai ambil foto, seriously, manis kan? Manis.

Stereotype rambut cewek yang dicat.

Ini adalah salah satu hal yang bikin shock, terutama image cewek yang rambutnya dicat di Indonesia cenderung bersifat “extra fun” atau “berkarakter” dan maka dari itu ketika di Jepang yang notabene banyak yang ngecat rambut pasti impresi yang aku dapatkan adalah “uhh liar ini orang”, “uhh judes ini pasti”, “ulalaaa~” ternyata enggak, banyak yang impresi dan personality-nya beda jauhhhh.. in fact mayoritas malah sangat kalem, nggak cuma perlakuan ke aku, aku memperhatikan attitude mereka yang… ya, kalem. Gesture, gaya bicara, topik yang dibicarain. Kalem. Manis.

Senyum.

This is what i really like. Sejujurnya awal-awal ke Jepang aku kaget karena orang-orangnya jarang senyum ketika di jalan. Dimana – mana orang terlihat datar atau bahkan murung. Tapi pas udah kenal atau pas diajak ngobrol, mereka akan menanggapi dengan ramah dan dengan senyum yang manis banget, mukanya langsung cerah. Perubahan dari flat ke cerah ini kontras banget. Beberapa kali aku ngobrol sama orang asing yang awalnya mereka flat gitu aja, keliatan judes, tapi pas udah diajak ngobrol, mereka jadi super baik. Kayaknya orang-orang ini kesepian, butuh diajak ngobrol ketimbang dibiarin dan main hp. Itulah, sedikit senyum tapi Manis.

Begitulah hal-hal manis yang mampu tertuliskan, selebihnya biarlah kalian merasakan sendiri suatu hari.

Salam manis,

VP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s