How to Get Internship in Japan

Karena banyak yang nanya gimana aku bisa internship di Jepang,
let me try to explain how i end up in Japan.

Jadi, awalnya aku pengen kerja di luar negeri, try to live abroad dan memilih jalan yang beda dari fresh graduate kebanyakan yang ikut jobfair yang saingannya banyak dan tentu banyak yang lebih pintar atau lebih menarik secara fisik. Singkatnya, susahlah untuk bersaing dengan mereka, peluangnya sekian banding satu.

I need to build my selling point first, that’s the way to make me stand out from others.

Untuk hidup di luar negeri (sesuai cita-cita pribadi),
tentu kita harus kerja bukan?
But to get a job or to make a job, we need to be experienced.
Right?

bisa iya, bisa enggak. Hidup ini relatif. 

Jangan memaksakan pendapat.

But “Experience” inilah yang dicari oleh perusahaan-perusahaan di “requirements” untuk applicants. Coba buka linkedin, coba apply ke perusahaan, baca requirementsnya, pasti “experience min 2 year” muncul paling banyak.
Wajar, karena investasi ke orang yang tidak berpengalaman tentu riskan.
Jadi fresh graduate susah untuk dapat kerja.

Maka untuk para fresh graduate, we should lower our standard first, sudah hal yang wajar ketika kita lulus kuliah, tanpa pengalaman, susah untuk dapat kerja, terutama untuk posisi “full time employer” atau yang agak tinggi. Percayalah itu sebuah perjudian yang sulit bagi para perusahaan untuk mempercayakan kursi kosong mereka untuk diduduki orang yang tanpa pengalaman. Kalau kamu jadi boss, apa segampangnya bayar orang tanpa pengalaman buat menjalankan perusahaanmu yang kamu kelola dengan jerih payah setiap weekday atau bahkan weekend? dan kita tau tau pengen duduk di kursi yang tinggi gitu aja..

come on.

Di luar negeri, menjadi intern adalah siklus yang wajar untuk menambah pengalaman setelah lulus kuliah atau masih belum lulus kuliah. Gengsi jadi intern? why? kita cuma S1. S1 sudah jadi standard. Bukan upper standard.

Maka jadilah intern. Intern memiliki pressure yang kecil. Perfect for fresh graduate yang masih hijau di dunia kerja.

Hmm jadi intern juga secara ekonomi lebih murah, i’m kind of person that not go somewhere for nothing. Aku terlalu perhitungan untuk ke luar negeri hanya untuk jalan jalan. Buang-buang uang. (Kecuali jika nanti punya uang)

At least ada 5 hal yang didapat ketika jadi intern:

  1. Belajar bekerja
  2. Belajar bahasa
  3. Menambah relasi
  4. Sekalian Jalan-jalan
  5. Tapi digaji. Ini poin paling penting.

Lalu gimana caranya jadi intern?

Buka aja website website job seeker kayak Linkedin, atau kalau di Jepang kayak Gaijinpot, Daijob, MyShigoto ATAU paling gampang adalah ikut AIESEC. I tried all of them.
Apply yang kira kira pas, syukur-syukur kalo nggak jadi intern tapi langsung fulltime employer.

Perusahaan luar itu cuma butuh CV dan Cover Letter buat apply. Nggak perlu dokumen ini itu yang ribet. Simple banget.
Jadi tolong perbaiki CV biar menarik, baik secara prestasi atau tampilan. Cover Letter juga sangat penting, bahkan lebih krusial dari CV itu sendiri.

Don’t be boring. Don’t be conservative. You are not robot. Don’t be emotionless.

Jangan sampai pake satu Cover Letter untuk ke banyak perusahaan sekaligus dan jangan copas di internet. Mereka udah baca itu ribuan kali.
Silahkan baca tipsnya di web bahasa inggris karena lebih bagus. Ada banyak. Mungkin nanti aku juga akan upload cover letter yang berhasil bawa aku kesini. Sekalian tipsnya. Mungkin.

Baiknya, kalau kita ga lolos, kita akan diberi tahu oleh mereka jadi kita ga perlu nunggu harapan kosong lama-lama. Percayalah, mayoritas Perusahaan Indonesia nggak ngasih tahu kalau gagal. Jadi kita hanya nunggu.. seminggu.. sebulan.. dua bulan.. sampai kita lupa pernah apply dimana.

Kalau lolos, kita akan dikasih tau lewat email dan tahap selanjutnya adalah (biasanya) wawancara, via Skype.
Ini adalah tahap yang paling stressful. 

 Tahap hidup dan mati. 

Ini pertandingan final. 

Aku sering banget gagal di tahap ini.
Entah berapa kali..
Sejujurnya sampai sekarang masih trauma dengan bunyi “ringtone” Skype yang memorable itu.

Kenapa gagal? faktor bahasa.

Nggak peduli berapa bagus bahasa Inggris kita, itu nomor 2, (Tapi ini tetep penting yaa) mereka akan prefer bahasa native mereka.
At least untuk bisa ngobrol saat interview. Karena orang Jepang bahasa Inggrisnya jelek banget, mau ngomong sama siapa kamu?

 Sayangnya bahasa Jepang itu susah.
Banget.

Sedikit tips, pas wawancara, penting untuk melakukan pendekatan psikologi. Samakan emosi kalian, nada kalian, bahasa tubuh kalian dengan interviewer. Ini akan bikin kita mudah “ngeblend” dan lebih “likeable”. Kalau nggak bisa menarik hati lewat prestasi di cv, maka tariklah hatinya lewat menyentuh mereka lewat emosi. Gimanapun mereka adalah manusia. We are “emotional animal”. Silahkan belajar psikologi sendiri agar tulisan ini tidak panjang dan melebar.

Jadi bisa dibayangin, interview pertama seumur hidup adalah dengan bahasa Jepang dan sedikit Bahasa Inggris.
Betapa susahnya.
Sering rasanya pengen nutup laptop gitu aja di tengah interview yang susah itu dan nangis.

Tapi itulah resiko paling buruk.

Sejelek-jeleknya, when you are having a bad interview, you can close your laptop and cry. Paling mereka akan marah marah lewat email dan dibilang nggak sopan, but you can continue your life after that horrible moment..

dan dari setiap kegagalan itu, kita akan belajar banyak. Trust me. Jam terbang sedikit banyak akan berpengaruh pada performa kita saat wawancara.

So,
sejauh ini,
ingat 3 faktor kunci adalah: CV, Cover Letter, dan Bahasa.

Ahhh, sebaiknya juga udah punya Passpor biar bisa “available” sesegera mungkin.

Setelah diterima, mereka akan urus dokumen-dokumennya untuk urus visa.
Kamu mungkin juga harus nyiapin dokumen ini itum dikirim via email dan/atau pos.

Setelah itu kamu akan dapet Certificate Of Eligibility. Biasanya nunggu 1 bulanan, bisa lebih, bisa kurang.

Relatif.

Hmm.. that’s how i end up at Japan.
tetap berjuang,
when you fail, fail fast, get up soon.
Hidupmu nggak akan hancur di usia muda.
Jangan lebay dengan mengatakan

“hidupku udah tamat” atau “semua udah berakhir”

dasar anak muda yang lemah.

salam.

vp

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s