Pamit

Tulisan ini dibuat di airport, menunggu take off.

airport adalah tempat yang memiliki 2 sisi emosi yang berlawanan;

  1. Rasa bahagia
  2. Rasa sedih

mungkin rasa yang agak netral adalah “haru” meskipun “harga” yang dikeluarkan sama-sama “air mata”

Kali ini rasa yang hinggap paling dominan adalah rasa sedih,
Tentu karena ini kali pertama aku harus pergi cukup jauh untuk merantau,
aku diberi banyak pesan dan masing-masing satu pelukan.
aku berusaha tegar agar mereka tidak sedih,
mereka berusaha tegar agar aku tidak berat.

meskipun kami sama-sama tahu perasaan masing masing.

tiada air mata yang ditunjukkan untukku,
hanya suara yang sedikit bergetar.
aku pun begitu.

aku pergi melangkah maju, ku tahan untuk tak menoleh ke belakang,
setelah cukup jauh aku melangkah, aku menoleh..

mereka masih ada di sana.

aku beri mereka senyum
buru-buru aku berpaling untuk menyembunyikan air mataku.

bagaimanapun juga ini adalah “perpisahan” pertama keluarga kami.
sangat terasa bagaimana kami sebenarnya sama-sama belum “matang” untuk berpisah.

atau belum terbiasa?

yang jelas setelah ini aku akan lebih memahami makna “pulang”

maka langkah pertama untuk memahami itu adalah dengan..

pamit.

-vp

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s